Hujan Deras dan Angin Kencang, Warga Desa Yaba Terancam Banjir -->
Kamis, 3 April 2025
DAFTAR PENERIMA DANA DESA DI KECAMATAN CISURUPAN, KABUPATEN GARUT TAHUN 2025 | Diduga Oknum Kapolsek Sukanagara Abaikan Konfirmasi Wartawan Terkait Mafia BBM Berjarak 300m Dari Kantor polsek | Kontroversi Pemecatan 14 Perangkat Desa di Saenama Menimbulkan Polemik di Masyarakat | Kunjungan Ketua Iwoi Bersama Rekan Rekan Media dan Lembaga KANNI, Beri Dukungan Bagi Keluarga Wartawan Tribuncakranews Yang di Stopress Secara Sepihak dan diTahan di Polres Cilacap. | Pak Sudiat menduga bahwa kendaraan tersebut telah digelapkan oleh Kartiman | RESES YULIANSYAH Menyerap Aspirasi Warga Di Jalan Kesehatan Pontianak | Oknum TNI Aktif diduga Membekingi PT. Citra Tritunas Perkasa di Batam Dalam Kasus Sengketa Lagan | Mobil Mafia Toyota Avanza Mengisi BBm Menggunakan Derigen Dilamnya, dan Memakai Barcode Lebih dari 20 | Berkedok Toko Kosmetik Untuk Mengelabui APH dari Jerat Pidana Narkotika dan Kesehatan, Semanan Kalideres | Ena Marlena, M.M., Kunjungi Rafli Ramadhan, Remaja Korban Penembakan: Suara untuk Keadilan | Rumah Dinas Bupati Sekadau Simbol Kemewahan yang Mubazir | Terduga kepala sekolah SMK Negeri 1 bekerjasama dengan komite menjalankan pungutan liar di dalam sekolahan | Kepala Sekolah SMA Nuha Tawa Ucapkan Selamat Ulang Tahun ke-92 AMGPM | Mantan PPS Desa Bibinoi Kecamatan Bacan Timur Tengah Berduka atas Wafatnya Aipda Ridwan Ismail | PT Intim Kara Klarifikasi Soal Tenaga Kerja dan Gaji, Warga Menyambut Baik Respon Perusahaan

Iklan Semua Halaman


Hujan Deras dan Angin Kencang, Warga Desa Yaba Terancam Banjir

Admin
Saturday, 22 March 2025



Yaba/HalSel, DetikRepublik.comHujan deras yang mengguyur Desa Yaba, Kecamatan Bacan Barat Utara, pada Selasa malam (17/3/2025), disertai angin kencang, menyebabkan banjir di permukiman warga. Kondisi ini memicu kekhawatiran karena air yang menggenangi rumah-rumah mulai mengikis pondasi bangunan, berpotensi menyebabkan kerusakan lebih parah.


Pantauan awak media di lokasi menunjukkan bahwa intensitas hujan yang tinggi telah membuat air masuk ke celah-celah rumah warga. Beberapa rumah mengalami retak pada bagian pondasi, sementara genangan air terus meningkat di antara pemukiman.


Sejumlah warga mengaku cemas dengan kondisi ini, terutama karena curah hujan belum menunjukkan tanda-tanda mereda. "Kami khawatir rumah kami bisa roboh jika hujan terus turun dan air semakin mengikis pondasi," ujar salah satu warga yang terdampak.



Situasi ini membutuhkan perhatian serius dari pemerintah daerah. Warga berharap adanya tindakan cepat, seperti evakuasi bagi yang terdampak, bantuan logistik, serta solusi jangka panjang untuk mencegah bencana serupa terjadi di masa depan.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan resmi mengenai jumlah rumah yang rusak atau korban terdampak akibat kejadian Selasa malam ini.



Tokoh perempuan Desa Yaba, Delfia Sahepea, turut angkat bicara mengenai bencana yang melanda desa mereka. "Saya sebagai tokoh masyarakat Desa Yaba sangat prihatin atas terjadinya bencana ini hingga rumah warga terancam roboh. Ini merupakan salah satu pandangan bagi kita dan seluruh pemerintah desa agar lebih memperhatikan pembangunan desa, terutama terkait gorong-gorong dan lebih giat lagi membenahi infrastruktur desa," ujarnya. Namun, warga berharap pemerintah segera turun tangan sebelum kondisi semakin memburuk.


Warta Yaba